Event EventCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
lifestyle

Mengapa Persiapan Event Harus Dimulai dari Diri Sendiri: Analisis dari Lolak

Putri Saputra Pratiwi berbagi pengalaman tentang pentingnya menyesuaikan outfit dan skincare dengan jenis event. Analisis praktis dari Lolak untuk tampil rapi tanpa boros.

20 May 2026 · 3 menit baca · oleh Putri Saputra Pratiwi
Mengapa Persiapan Event Harus Dimulai dari Diri Sendiri: Analisis dari Lolak

Sabtu kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan teman SMA di Ballroom Hotel Sutanraja, Kotamobagu. Memilih baju dan merias wajah untuk acara seperti ini selalu jadi tantangan tersendiri. Bukan cuma soal tampil cantik, tapi juga tentang memahami situasi: seberapa formal dress code-nya, bagaimana kondisi cuaca, dan cara agar riasan tetap awet sampai acara selesai. Dari pengalaman itu, saya menyadari bahwa persiapan event bukan sekadar ritual kecantikan, tapi juga proses analisis yang melibatkan pemahaman konteks, kebutuhan kulit, dan anggaran.

Membaca Karakter Event Sebelum Memilih Outfit

Setiap event punya ciri khasnya sendiri. Saya biasa membaginya jadi tiga kategori: formal (pesta pernikahan, gala dinner), semi-formal (reuni, arisan), dan kasual (piknik komunitas, nonton konser). Contohnya, ketika saya diundang ke acara adat di Lolak, saya perlu mencari tahu apakah tema busananya baju bodo atau kebaya modern. Saya mencari referensi dari majalah lokal dan diskusi dengan ibu-ibu tetangga. Akhirnya, saya memilih kebaya encim lengan panjang dengan kain batik parang—kombinasi yang rapi tapi tetap sesuai adat.

Hal penting lainnya adalah membedakan antara event yang butuh riasan tahan lama dan yang hanya perlu tampil segar alami. Untuk pernikahan di ballroom dengan AC penuh, saya bisa pakai foundation matte. Tapi untuk acara outdoor di Taman Kota Kotamobagu, riasan ringan lebih cocok—cukup tinted moisturizer dan setting spray. Pendekatan ini saya pelajari dari artikel Kompas Lifestyle yang pernah membahas perbedaan kebutuhan rias berdasarkan suasana acara (sumber: Kompas Lifestyle). Intinya, jangan samakan semua persiapan, sesuaikan dengan lingkungan dan durasi event.

Skincare Rutin Sebagai Bekal Penampilan Saat Event

Saya percaya bahwa fondasi penampilan bukan terletak pada makeup, tapi pada rutinitas perawatan diri sehari-hari. Dua minggu sebelum event besar, saya memperketat jadwal skincare: double cleansing di malam hari (pakai oil cleanser lokal dari Wardah), toner, serum vitamin C, dan pelembap. Tujuannya bukan untuk mengubah kulit secara drastis, tapi memastikan tekstur kulit halus agar bedak menempel sempurna. Saya juga rajin minum air putih minimal 2 liter per hari—ini hasil analisis saya sendiri setelah beberapa kali riasan cepat mengelupas setelah dua jam.

Satu trik yang saya temukan saat bersiap ke pelantikan organisasi pemuda di Bolaang Mongondow: gunakan sheet mask tiga hari berturut-turut sebelum event. Bukan yang mahal, cukup yang mengandung hyaluronic acid (saya pakai produk lokal dengan harga Rp7.000 per lembar). Hasilnya, kulit terasa lebih kenyal dan riasan jadi lebih tahan lama. Tentu tidak semua orang perlu melakukan ini, tapi untuk saya yang tinggal di daerah beriklim lembap seperti Lolak, langkah ekstra ini penting.

Menghindari Jebakan Boros: Pilih Produk Multifungsi

Salah satu godaan terbesar saat akan menghadiri event adalah membeli baju dan kosmetik baru yang belum tentu terpakai lagi. Dulu saya sering terjebak dalam hal ini. Sekarang saya lebih analitis: apa yang sudah ada di lemari yang bisa dipakai ulang? Misalnya, gaun polos warna pastel bisa diaksesoriskan ulang dengan bros berbeda atau dikombinasi dengan outer berbeda. Begitu juga dengan kosmetik—saya hanya membeli lipstik baru jika warna yang ada memang tidak cocok dengan tema warna undangan.

Prinsip capsule wardrobe untuk event dadakan pun mulai saya terapkan. Simpan satu set outfit netral (misalnya blus putih dan celana palazz hitam) yang bisa dipadukan untuk acara semi-formal mendadak. Untuk riasan, koleksi saya tidak perlu banyak: satu foundation tipis, satu maskara, satu blush-on krim, dan satu pensil alis—semua bisa digunakan untuk berbagai jenis event. Hasilnya, dompet tetap aman, dan saya tetap bisa tampil percaya diri tanpa drama menit terakhir.

Intinya, setiap event adalah kesempatan untuk belajar tentang diri sendiri—seberapa tahan riasan kita, sejauh mana kita nyaman dengan pakaian yang dipilih, dan bagaimana cara beradaptasi dengan situasi sosial. Saya tidak lagi terjebak pada penampilan yang sempurna di Instagram, tapi lebih fokus pada kenyamanan selama acara. Persiapan memang butuh sedikit analisis, tapi hasilnya sebanding: kita bisa lebih menikmati momen daripada khawatirkan lipstik yang luntur.

Tag: #event #gaya hidup #fashion #perawatan diri #beauty hack hemat